Senin, 09 November 2009

PERNAFASAN

Pernafasan adalah serangkaian kegiatan oleh alat-alt pernafasan
pernafasan terbagi atas dua jenis yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut.
pada kegiatan pernafasan terjadi inspirasi dan ekspirasi
inspirasi adalah proses memasukkan udara kedalam tubuh, sedangkan ekspirasi adalah proses mengeluarkan udara dari dalam tubuh ke lingkungan

MEKANISME PERNAFASAN
mekanisme pernafasan adalah rangkaian peristiwa bagaimana proses bernafas itu dapat terjadi.

mekanisme pernafasan dada sewaktu inspirasi


pertama otot intercostalis eksterna tang terdapar pada spatium intercostalis atau diantara tulang rusuk berkontraksi , lalu
tulang rusuk terangkat , tulang rusuk yang pertama diangkat oleh otot scaleni , lalu tulang rusuk yang ke 2-5 diangkat oleh otot / musculus pectoralis minor
setelah tulang rusuk terangkat , rongga dada membesar , (persamaan hukum boyle: tekanan (P) berbanding terbalik dengan volume (v)) setelah rongga dada membesar volume didalam rongga dada bertambah banyak , berdasarkan pada hukum boyle yang menyatakan bahwa tekanan berbanding terbalik dengan volume , maka semakin besar volume , maka tekanan pada rongga dada akan semakin kecil , sehingga tekanan udara yang berada diatmosfer lebih besar , menyebabkan udara masuk ke dalam rongga dada , inspirasi terjadi .

Kamis, 29 Oktober 2009

BUDAYA KORUPSI DAN ALTERNATIF SOLUSI MENGATASINYA

BUDAYA KORUPSI DAN ALTERNATIF SOLUSI MENGATASINYA
BELAJAR DARI KASUS
MANTAN PRESIDEN KORSEL(2003-2008)
ROH MOO-HYUN, PENGACARA HAK ASASI MANUSIA YANG TERNAMA
BELIAU BERJASA BAGI KOREA SELATAN MENCIPTAKAN NEGARA YANG DEMOKRATIS DAN MEMBEBASKAN MASYARAKAT DARI REZIM OTORITER.
WAKTU MENJABAT PRESIDEN, SANG ISTRI MENERIMA UANG SENILAI SATU JUTA DOLLAR DARI PERUSAHAAN PEMBUAT SEPATU.
SETELAH LENGSER DARI JABATAN PRESIDEN KASUS KORUPSI YANG DILAKUKAN ISTRINYA DIUSUT APARAT PENEGAK HUKUM.

DALAM KONFERENSI PRESS, ROH MOO-HYUN TELAH MINTA MAAF ATAS KETERLIBATAN KELUARGANYA DALAM KASUS KORUPSI TSB, TETAPI DIA MENGAKUI TAK MELAKUKAN KESALAHAN PRIBADI

“SAYA MERASA MALU DIHADAPAN SAUDARA-SAUDARA SEBANGSA, SAYA MOHON MAAF TELAH MENGECEWAKAN ANDA”

ROH MOO-HYUN MELAKUKAN BUNUH DIRI DENGAN MENERJUNKAN DIRI DARI SEBUAH PEGUNUNGAN DEKAT RUMAHNYA.
DALAM WASIATNYA BELIAU MENYATAKAN “SAYA MEMBUAT BANYAK KESUSAHAN BAGI BANYAK ORANG, MOHON JASAD SAYA DIKREMASI DAN DIBUATKAN BATU NISAN KECIL DI DESA”
APARAT PENEGAK HUKUM YANG MENANGANI KASUS ROH MOO-HYUN MENGUNDURKAN DIRI

PRESTASI BIDANG KORUPSI
TERKORUP ASIA 2009 VERSI PERC
(Political and Economic Risk Consultancy)

1. Indonesia Skor 8,32
2. Thailand Skor 7,63
3. Kamboja Skor 7,25
4. India Skor 7,23
5. Vietnam Skor 7,11
6. Filipina Skor 7,0
7. Malaysia Skor 6,7
8. Taiwan Skor 6,47
9. China Skor 6,16
10. Macau Skor 5,34
11. Korea Selatan Skor 4,6
12. Jepang Skor 3,99
13. Hongkong Skor 1,89
14. Singapura Skor 1,07

Pembanding Negara Besar Terkorup:

1. Amerika Serikat Skor 2,89
2. Australia Skor 2,40


Transparency International (TI)

Indonesia merupakan salah satu negara terkorup di dunia.
Untuk merevitalisasi ekonominya dan menghapuskan kemiskinan,
Indonesia memerlukan sebuah Strategi Nasional untuk menghapuskan korupsi. Untuk membangun strategi nasional tersebut,
seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat. Kemudian, elit-elit politik harus mempunyai kemauan politik untuk melaksanakannya.
Hanya dengan cara inilah Indonesia dapat keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini dan memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya.

TIM ROBOT INDONESIA JUARA

Tim Robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung berhasil meraih juara I dan memperoleh medali emas dalam ‘International Robo Games’ yang diselenggarakan di San Francisco, AS. (12-14 Juni 2009)
Kemenangan Indonesia diperoleh melalui penampilan Robot DU-114 yang meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis (api diperagakan dengan menggunakan lilin).

Kemenangan ini patut dibanggakan mengingat Tim Robot Indonesia baru pertama kalinya bertanding di luar negeri. Tim dari Indonesia berhasil mengalahkan tim dari negara-negara maju, termasuk dari AS sendiri

PRESTASI SEKOLAH DASAR
PRESTASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Pelajar Indonesia berhasil meraih penghargaan The Best Experiment pada ajang Olimpiade Fisika Asia ke-10 atau 10th Asian Physics Olympiad (APhO) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 24 April-2 Mei 2009.

Indonesia juara umum pada International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-16, di Polandia, 24-28 April 2009
Ilmuwan remaja Indonesia tampil cemerlang di tingkat dunia dengan perolehan medali emas terbanyak dan jumlah keseluruhan medali di antara mitra-mitra mereka dari Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Rusia, Hongaria, dan Polandia.
10 hasil penelitian para siswa Indonesia yang dipresentasikan di depan dewan juri dengan perolehan 10 medali, terdiri atas enam medali emas, satu perak dan tiga perunggu.
Dengan demikian, keseluruhan penelitian ilmuwan muda Indonesia yang dipertandingkan telah mendapat pengakuan internasional dan bahkan mengungguli berbagai negara superpower di bidang sains.
Berdasarkan pengumuman panitia, berturut-turut hasil-hasil yang dicapai oleh negara negara peserta adalah Indonesia (6 emas, 1 perak, 3 perunggu); Jerman (3,4,2), Belanda (3,1,2), Amerika Serikat (3,0,0), Rusia (2,3,3), Hongaria (2,2,2), dan Polandia (2,2,1)

200 PERGURUAN TERBAIK ASIA
DARI 2800 PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA HANYA 8 PERGURUAN TINGGI YANG BERHASIL MASUK 200 PERGURUAN TINGGI DI ASIA

1.UI (50)
2.UGM (63)
3.ITB (80)
4.IPB (119)
5.UNAIR (130)
6.UNDIP (171)
7.UNS (171)
8.UNIBRAW (191)

Definisi Korupsi

Syed Hussain,Alatas, korupsi adalah penyalahgunaan kepercayaan utnuk kepentingan pribadi. Robert Klitgaard dalam bukunya Corrupt and Cities,
korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Syed Hussain Alatas dalam bukunya Corruption and the Destiniy of Asia menyatakan bahwa tindakan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi beberapa karakteristik berikut ini:
(a) korupsi selalu melibatkan lebih dari satu orang;
(b) korupsi secara keseluruhan melibatkan kerahasiaan, kecuali jika sudah membayar; (
c) korupsi melibatkan elemen saling menguntungkan dan saling berkewajiban;
(d) pihak-pihak yang melakukan korupsi biasanya bersembunyi di balik justifikasi hukum;
(e) pihak-pihak yang terliabat dalam korupsi adalah pihak yang berkepentingan terhadap suatu keputusan dan dapat mempengaruhi keputusan tersebut;
(f) setiap tindak korupsi melibatkan kebohongan atau kecurangan terhadap publik;
(g) setiap tindak korupsi merupakan penghianatan terhadap kepercayaan;
(h) melibatkan fungsi ganda yang saling bertolak belakang dari sisi pelaku;
(i) melanggar norma-norma tugas dan tanggung jawab dalam aturan-aturan sipil..
H. A. Brazz menyatakan bahwa suatu tindakan dapat dikatakan sebagai korupsi jika memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
(a) kekuasaan yang dialihkan;
(b) kekuasaan yang dialihkan tersebut dipakai berdasarkan wewenang yag melekat pada kekuasaaan itu atau berdasarkan kemampuan-kemampuan yang formal;
(c) kekuasaan itu dipakai untuk merugikan tujuan-tujuan pemegang kekuasaan asli;
(d) kekuasaan tersebut dipakai untuk menguntungkan atau merugikan orang luar;
(e) pemakaian wewenang dan kekuasaan formal secara secara tersembunyi dengan dalih menurut hukum


BUDAYA KORUPSI

BUDAYA KORUPSI DIPAHAMI SEBAGAI SEBUAH PERILAKU KORUPSI YANG TELAH DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS DALAM PRAKTIK2 KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN MENDAPAT PERMAKLUMAN SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT

NEGARA MAJU SBG GURU KORUPSI
JOHN PERKIN DALAM BUKUNYA
“THE CONFESION OF ECONOMIC HIT MAN”
MEMPERTEGAS PERAN NEGARA ADIDAYA SEPERTI AMERIKA SERIKAT MELALUI LEMBAGA DONOR SEPER TI IMF, BANK DUNIA,
DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL MENJERAT NEGARA BERKEMBANG SEPERTI INDONESIA DALAM KUBANGAN KORUPSI YANG MERAJALELA DAN TERPERANGKAP DENGAN UTANG LUAR NEGERI SECARA TURUN TEMURUN


PEMBRANTASAN KORUPSI
PARAN (PANITIA RETOOLING APARATUR NEGARA) – DIPIMPIN AH.NASUTION, DIBANTU PROF.M.YAMIN DAN ROESLAN ABDULGANI- TUGAS MENDAFTAR KEKAYAAN PEJABAT NEGARA. USAHA PARAN MENGALAMI DEADLOCK, BANYAK PEJABAT TDK MAU MENGISI FORMULIR BERLINDUNG DI BALIK PRESIDEN
2. TAHUN 1963, MELALUI KEPUTUSAN PRESIDEN NO.275 TH 1963. UPAYA PEMBRANTASAN KORUPSI DIGALAKKAN MELALUI ‘OPERASI BUDI’. A.H. NASUTION (MENKOHANKAM/KASAB) DITUNJUK SEBAGAI KETUA DIBANTU WIRYONO PRODJODIKORO. SASARANNYA ADALAH PERUSAHAAN NEGARA DAN LEMBAGA NEGARA YANG RAWAN KKN. DALAM KURUN WAKTU 3 BULAN UANG NEGARA DISELAMATKAN RP.11 MILIAR. TDK BERAPA LAMA OPERASI BUDI DIHENTIKAN

OPERASI DIBUBARKAN, KEMUDIAN DIGANTI NAMANYA MENJADI KONTRAR (KOMANDO TERTINGGI RETOOLING APARAT REVOLUSI), DIMANA PRESIDEN SUKARNO MENJADI KETUA DIBANTU SOEBANDRIO, DAN LETJEN AHMAD YANI.
+ PADA TANGGAL 16 AGUSTUS 1967, PIDATO KENEGARAAN PJ.SOEHARTO DI DEPAN ANGGOTA DPR/MPR MENYALAHKAN REZIM ORDE LAMA YANG TIDAK MAMPU MEMBRANTAS KORUPSI. KEMUDIAN DIBENTUK TPK (TIM PEMBERANTASAN KORUPSI) DIKETUAI JAKSA AGUNG.
+ TH. 1970 MHS DAN PELAJAR UNJUK RASA MEMPROTES TPK YG TDK MAMPU MENANGANI PERUSAHAAN2 NEGARA YANG KORUPSI (BULOG, PERTAMINA, DEPHUT DLL).
+ PRESIDEN SOEHARTO MEMBENTUK KOMITE EMPAT (PROF.JOHANES; IJ.KASIMO; WILOPO; A.TJOKROAMINOTO). TUGAS UTAMANYA ADALAH MEMBERSIHKAN DEPAG, BULOG, TELKOM, PERTAMINA, DLL. DALAM PERKEMBANGANNYA KOMITE INI MENJADI MACANG OMPONG.

+LAKSAMANA SUDOMO (PANGKOPKAMTIB) DIBENTUK OPSTIB (OPERASI TERTIB) DENGAN TUGAS MEMBRANTAS KORUPSI. LEMBAGA INI TIDAK BERHASIL MENJALANKAN TUGASNYA.
+. BJ.HABIEBIE MENGELUARKAN UU NO.28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DARI KKN; PEMBENTUKAN KPKPN.
+. ABDURRAHMAN WAHID MEMBENTUK TIM GABUNGAN PEMBRANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI (TGPTPK).DIBENTUK DENGAN KEPRES. KETUA ANDI ANDOYO. MELALUI YUDICIAL REVIEW MA, TGPTPK AKHIRNYA DIBUBARKAN.
+PRESIDEN MEGA. BANYAK KONGLOMERAT YANG LOLOS DARI JERAT KORUPSI. PEMBERIAN SP3 UNTUK PRAJOGO PANGESTU; MARIMUTU SINIVASAN; SJAMSUL NURSALIM; THE NIEN KING; PEMBERIAN FASILITAS MSAA KEPADA KONGLOMERAT YANG UTANGNYA MACET.
+. PRESIDEN SBY. PENEGAKAN HUKUM KORUPSI MELALUI POLISI DAN KEJAKSAAN MASIH LEMAH. KPK di bentuk.

BEBERAPA PENYEBAB KORUPSI

+MASYARAKAT MEMPUNYAI MENTAL SUKA MENERABAS (KOENTJARANINGRAT)
+MASYARAKAT TIDAK MENGANGGAP KORUPSI SEBAGAI ‘AIB’. RENDAHNYA BUDAYA MALU.
+NILAI EWUH PAKEWUH MELEKAT PADA MASYARKAT INDONESIA
+KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU KORUPSI MASIH LONGGAR
+NILAI KEJUJURAN KURANG MENDAPAT PENGHARGAAN TINGGI DIMASYARAKAT
+KURANGNYA KETELADANAN DARI PIMPINAN
+MASYARAKAT MENGUKUR STATUS SOSIAL DARI ‘KEKAYAAN’ (UANG DAN KEKUASAAN).
+BELUM ADA KESADARAN BERSAMA BAHWA KORUPSI MEMBUAT HANCURNYA SEBUAH NEGARA, PENYEBAB KEMISKINAN, MENIMBULKAN BANYAK PENGANGGURAN, MENINGKATNYA HUTANG.
+APARAT PENEGAK HUKUM (POLISI, JAKSA, HAKIM)TDK MEMBERI SKALA PRIORITAS UTAMA PADA PEMBRANTASAN KORUPSI.
+DISKRIMINASI HUKUM YANG DILAKUKAN KEJAKSAAN.
+LEMAHNYA KOMITMEN MAHKAMAH AGUNG
+KOMITMEN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM MEMBRANTAS KORUPSI TIDAK KUAT DAN KURANG KONSISTEN

ALTERNATIF SOLUSI

+MEMBENTUK PERILAKU ANTI-KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN
+PENANAMAN NILAI-NILAI BUDAYA LUHUR PADA MASYARAKAT (KEJUJURAN, BUDAYA MALU, DISIPLIN, KESEDERHANAAN, DAYA JUANG)
+TELADAN DARI KELUARGA DAN PEMUKA MASYARAKAT
+MEMBANGUNKAN KESADARAN MASYARAKAT BAHWA KORUPSI SAMA BAHAYANYA DENGAN TERORIS. MENJADIKAN KORUPSI MENJADI MUSUH BERSAMA MASYARAKAT
+CARROT AND STICK UNTUK BIROKRASI DAN APARAT PENEGAK HUKUM

TRANSPARANSI PERENCANAAN PROGRAM PENGANGGARAN.
PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK SECARA MURNI DAN MEMBERI PERLINDUNGAN HUKUM PADA SAKSI PELAPOR.
HUKUMAN YANG SANGAT BERAT PADA APARAT PENEGAK HUKUM YG KORUPSI PADA WAKTU MENANGANI KASUS KORUPSI.
PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MEMPUNYAI KOMITMEN YANG KUAT DAN KONSISTEN DALAM PEMBRANTASAN KORUPSI.
MENDUKUNG PENEGAKAN HUKUM YANG TELAH BERHASIL DILAKUKAN OLEH KPK. (MEREALISIR RUU ANTI-KORUPSI; RUU KPK; UU PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI)





SEKIAN .
SEMOGA BERGUNA BAGI KITA
SPECIAL THANK`S TO : PROF.ADI SULISTIYONO
UNS

BATUAN BEKU

BATUAN BEKU

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
STRUKTUR BATUAN BEKU
Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi batuan beku extrusive dan intrusive. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Kenampakan inilah yang disebut sebagai struktur batuan beku
1. Struktur batuan beku ekstrusif
Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagia struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. Struktur ini diantaranya:
a. Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam.
b. Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan
c. Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil.
d. Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.
e. Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.
f. Amigdaloidal, yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit, kuarsa atau zeolit
g. Struktur aliran, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran

2. Struktur Batuan Beku Intrusif
Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. berdasarkan kedudukannya terhadap
perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan
Konkordan
Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya, jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu :
a. Sill, tubuh batuan yang berupa lembaran dan sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya.
b. Laccolith, tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome), dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini, sedangkan bagian dasarnya tetap datar. Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter.
c. Lopolith, bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith, yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith, yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter.
d. Paccolith, tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sampai ribuan kilometer
Diskordan
Tubuh batuan beku intrusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu:
a. Dike, yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. Ketebalannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter.
b. Batolith, yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km2 dan membeku pada kedalaman yang besar.
c. Stock, yaitu tubuh batuan yang mirip dengan Batolith tetapi ukurannya lebih kecil

TEKSTUR BATUAN BEKU
Magma merupakan larutan yang kompleks. Karena terjadi penurunan temperatur, perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi,
larutan magma ini mengalami kristalisasi. Perbedaan kombinasi hal-hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan
terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda.
Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan
tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral
penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar.
Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah, mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat
membentuk sistem kristal tertentu, sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal, dan mineral yang terbentuk biasanya
berukuran relatif kecil. Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan :
1. Tingkat kristalisasi
a) Holokristalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal
b) Hipokristalin, yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas
c) Holohyalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas
2. Ukuran butir
a) Phaneritic, yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral-mineral yang berukuran kasar.
b) Aphanitic, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus.
3. Bentuk kristal

Ketika pembekuan magma, mineral-mineral yang terbentuk pertama kali biasanya berbentuk sempurna sedangkan
yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna. Bentuk mineral yang terlihat
melalui pengamatan mikroskop yaitu:
a) Euhedral, yaitu bentuk kristal yang sempurna
b) Subhedral, yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna
c) Anhedral, yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna.
4. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya
a) Unidiomorf (Automorf), yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna)
b) Hypidiomorf (Hypautomorf), yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral.
c) Allotriomorf (Xenomorf), sebagian besar penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral.
5. Berdasarkan keseragaman antar butirnya
a) Equigranular, yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama
b) Inequigranular, yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya, warna, kimia, tekstur, dan mineraloginya.
a. Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibedakan atas :
1. Batuan beku Plutonik, yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.
2. Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumi
3. Batuan beku vulkanik, yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi

Berdasarkan warnanya, mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin,
piroksen, amphibol dan biotit, dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar, muskovit, kuarsa dan feldspatoid.

b. Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya yaitu:
1. Leucocratic rock, kandungan mineral mafic <> 90%
c. Berdasarkan kandungan kimianya yaitu kandungan SiO2-nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1. Batuan beku asam (acid), kandungan SiO2 > 65%, contohnya Granit, Ryolit.
2. Batuan beku menengah (intermediat), kandungan SiO2 65% - 52%. Contohnya Diorit, Andesit
3. Batuan beku basa (basic), kandungan SiO2 52% - 45%, contohnya Gabbro, Basalt
4. Batuan beku ultra basa (ultra basic), kandungan SiO2 < 30%

PENGELOMPOKAN BATUAN BEKU
Untuk membedakan berbagai jenis batuan beku yang terdapat di Bumi, dilakukan berbagai cara pengelompokan terhadap batuan beku (gambar).
Pengelompokan yang didasarkan kepada susunan kimia batuan, jarang dilakukan. Hal ini disebabkan disamping prosesnya lama dan mahal,
karena harus dilakukan melalui analisa kimiawi. Dan yang sering digunakan adalah yang didasarkan kepada tekstur dipadukan dengan susunan mineral,
dimana keduanya dapat dilihat dengan kasat mata.
Pada gambar disamping diperlihatkan pengelompokan batuan beku dalam bagan, berdasarkan susunan mineralogi.
Gabro adalah batuan beku dalam dimana sebagian besar mineral-mineralnya adalah olivine dan piroksin.
Sedangkan Felsparnya terdiri dari felspar plagioklas Ca. Teksturnya kasar atau phanerik,
karena mempunyai waktu pendinginan yang cukup lama didalam litosfir. Kalau dia membeku lebih cepat karena mencapai permukaan bumi,
maka batuan beku yang terjadi adalah basalt dengan tekstur halus. Jadi Gabro dan Basalt keduanya mempunyai susunan mineral yang sama,
tetapi teksturnya berbeda. Demikian pula dengan Granit dan Rhyolit, atau Diorit dan Andesit. Granit dan Diorit mempunyai tekstur yang kasar,
sedangkan Rhyolit dan Andesit, halus. Basalt dan Andesit adalah batuan beku yang banyak dikeluarkan gunung-berapi, sebagai hasil pembekuan lava.
Para ahli teknik Sipil akan sangat tertarik untuk mempelajari batuan, disamping fungsinya sebagai bahan bangunan, juga karena perannya sebagai batuan dasar atau pondasi. Karena itu kepada mereka dianjurkan untuk dapat mengenal beberapa jenis batuan beku yang utama di lapangan. Untuk memperoleh data tentang sifat batuan yang diperlukan oleh para ahli Teknik Sipil, umumnya dilakukan pengujian lapangan dan studi petrografi (mikroskopis). Data tersebut diperlukan dalam kaitannya untuk penambangan, konstruksi bawah permukaan atau untuk menentukan cara-cara membuat bukaan.
Batuan beku juga dapat dikelompokan berdasarkan bentuk-bentuknya didalam kerak Bumi. Pada saat magma menerobos litosfir dalam perjalanannya menuju permukaan Bumi, ia dapat menempati tempatnya didalam kerak dengan cara memotong struktur batuan yang telah ada, atau mengikuti arah dari struktur batuan. Yang memotong struktur disebut bentuk-bentuk diskordan, sedangkan yang mengikuti struktur disebut konkordan.



MAGMA
Dalam siklus batuan dicantumkan bahwa batuan beku bersumber dari proses pendinginan dan penghabluran lelehan batuan didalam Bumi yang disebut magma. Magma adalah suatu lelehan silikat bersuhu tinggi berada didalam Litosfir, yang terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas, hablur yang mengapung didalamnya, serta mengandung sejumlah bahan berwujud gas. Lelehan tersebut diperkirakan terbentuk pada kedalaman berkisar sekitar 200 kilometer dibawah permukaan Bumi, terdiri terutama dari unsur-unsur yang kemudian membentuk mineral-mineral silikat.
Magma yang mempunyai berat-jenis lebih ringan dari batuan sekelilingnya, akan berusaha untuk naik melalui rekahan-rekahan yang ada dalam litosfir hingga akhirnya mampu mencapai permukaan Bumi. Apabila magma keluar, melalui kegiatan gunung-berapi dan mengalir diatas permukaan Bumi, ia akan dinamakan lava. Magma ketika dalam perjalanannya naik menuju ke permukaan, dapat juga mulai kehilangan mobilitasnya ketika masih berada didalam litosfir dan membentuk dapur-dapur magma sebelum mencapai permukaan. Dalam keadaan seperti itu, magma akan membeku ditempat, dimana ion-ion didalamnya akan mulai kehilangan gerak bebasnya kemudian menyusun diri, menghablur dan membentuk batuan beku. Namun dalam proses pembekuan tersebut, tidak seluruh bagian dari lelehan itu akan menghablur pada saat yang sama. Ada beberapa jenis mineral yang terbentuk lebih awal pada suhu yang tinggi dibanding dengan lainnya.
Dalam gambar berikut diperlihatkan urutan penghabluran (pembentukan mineral) dalam proses pendinginan dan penghabluran lelehan silikat. Mineral-mineral yang mempunyai berat-jenis tinggi karena kandungan Fe dan Mg seperti olivine, piroksen, akan menghablur paling awal dalam keadaan suhu tinggi, dan kemudian disusul oleh amphibole dan biotite. Disebelah kanannya kelompok mineral felspar, akan diawali dengan jenis felspar calcium (Ca-Felspar) dan diikuti oleh felspar kalium (K-Felspar). Akibatnya pada suatu keadaan tertentu, kita akan mendapatkan suatu bentuk dimana hublur-hablur padat dikelilingi oleh lelehan

Bentuk-bentuk dan ukuran dari hablur yang terjadi, sangat ditentukan oleh derajat kecepatan dari pendinginan magma. Pada proses pendinginan yang lambat, hablur yang terbentuk akan mempunyai bentuk yang sempurna dengan ukuran yang besar-besar. Sebaliknya, apabila pendinginan itu berlangsung cepat, maka ion-ion didalamnya akan dengan segera menyusun diri dan membentuk hablur-hablur yang berukuran kecil-kecil, kadang berukuran mikroskopis. Bentuk pola susunan hablur-hablur mineral yang nampak pada batuan beku tersebut dinamakan tekstur batuan.
Disamping derajat kecepatan pendinginan, susunan mineralogi dari magma serta kadar gas yang dikandungnya, juga turut menentukan dalam proses penghablurannya. Mengingat magma dalam aspek-aspek tersebut diatas sangat berbeda, maka batuan beku yang terbentuk juga sangat beragam dalam susunan mineralogi dan kenampakan fisiknya. Meskipun demikian, batuan beku tetap dapat dikelompokan berdasarkan cara-cara pembentukan seta susunan mineraloginya.

PROSES PEMBENTUKAN MAGMA
Magma dalam kerak Bumi dapat terbentuk sebagai akibat dari perbenturan antara 2 (dua) lempeng litosfir, dimana salah satu dari lempeng yang berinteraksi itu menunjam dan menyusup kedalam astenosfir. Sebagai akibat dari gesekan yang berlangsung antara kedua lempeng litosfir tersebut, maka akan terjadi peningkatan suhu dan tekanan, ditambah dengan penambahan air berasal dari sedimen-sedimen samudra akan disusul oleh proses peleburan sebagian dari litosfir (gambar berikut)
Sumber magma yang terjadi sebagai akibat dari peleburan tersebut akan menghasilkan magma yang bersusunan asam (kandungan unsur SiO2 lebih besar dari 55%). Magma yang bersusunan basa, adalah magma yang terjadi dan bersumber dari astenosfir. Magma seperti itu didapat di daerah-daerah yang mengalami gejala regangan yang dilanjutkan dengan pemisahan litosfir.
Berdasakan sifat kimiawinya, batuan beku dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu: (1) Kelompok batuan beku ultrabasa/ultramafic; (2) Kelompok batuan beku basa; (3) Kelompok batuan beku intermediate; dan (4) Kelompok batuan beku asam. Dengan demikian maka magma asal yang membentuk batuan batuan tersebut diatas dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu magma basa, magma intermediate, dan magma asam. Yang menjadi persoalan dari magma adalah :
1) Apakah benar bahwa magma terdiri dari 3 jenis (magma basa, intermediate, asam) ?
2) Apakah mungkin magma itu hanya ada satu jenis saja dan kalau mungkin bagaimana menjelaskan cara terbentuknya batuan-batuan yang komposisinya bersifat ultrabasa, basa, intermediate dan asam?

Berdasarkan pengelompokan batuan beku, maka pertanyaan pertama dapat dibenarkan dan masuk akal apabila magma terdiri dari 3 jenis, sedangkan pertanyaan kedua, apakah benar bahwa magma hanya ada satu jenis saja dan bagaimana caranya sehingga dapat membentuk batuan yang bersifat ultrabasa, basa, intermediate, dan asam?. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 2 cara untuk menjelaskan bagaimana batuan yang bersifat basa, intermediate, dan asam itu dapat terbentuk dari satu jenis magma saja? Jawabannya adalah melalui proses Diferensiasi Magma dan proses Asimilasi Magma.
Diferensiasi Magma adalah proses penurunan temperatur magma yang terjadi secara perlahan yang diikuti dengan terbentuknya mineral-mineral seperti yang ditunjukkan dalam deret reaksi Bowen. Pada penurunan temperatur magma maka mineral yang pertama kali yang akan terbentuk adalah mineral Olivine, kemudian dilanjutkan dengan Pyroxene, Hornblende, Biotite (Deret tidak kontinu). Pada deret yang kontinu, pembentukan mineral dimulai dengan terbentuknya mineral Ca-Plagioclase dan diakhiri dengan pembentukan Na-Plagioclase. Pada penurunan temperatur selanjutnya akan terbentuk mineral K-Feldspar(Orthoclase), kemudian dilanjutkan oleh Muscovite dan diakhiri dengan terbentuknya mineral Kuarsa (Quartz). Proses pembentukan mineral akibat proses diferensiasi magma dikenal juga sebagai Mineral Pembentuk Batuan (Rock Forming Minerals).
Pembentukan batuan yang berkomposisi ultrabasa, basa, intermediate, dan asam dapat terjadi melalui proses diferensiasi magma. Pada tahap awal penurunan temperatur magma, maka mineral-mineral yang akan terbentuk untuk pertama kalinya adalah Olivine, Pyroxene dan Ca-plagioklas dan sebagaimana diketahui bahwa mineral-mineral tersebut adalah merupakan mineral penyusun batuan ultra basa. Dengan terbentuknya mineral-mineral Olivine, pyroxene, dan Ca-Plagioklas maka konsentrasi larutan magma akan semakin bersifat basa hingga intermediate dan pada kondisi ini akan terbentuk mineral mineral Amphibol, Biotite dan Plagioklas yang intermediate (Labradorite – Andesine) yang merupakan mineral pembentuk batuan Gabro (basa) dan Diorite (intermediate). Dengan terbentuknya mineral-mineral tersebut diatas, maka sekarang konsentrasi magma menjadi semakin bersifat asam. Pada kondisi ini mulai terbentuk mineral-mineral K-Feldspar (Orthoclase), Na-Plagioklas (Albit), Muscovite, dan Kuarsa yang merupakan mineral-mineral penyusun batuan Granite dan Granodiorite (Proses diferensiasi magma ini dikenal dengan seri reaksi Bowen).
Asimilasi Magma adalah proses meleburnya batuan samping (migling) akibat naiknya magma ke arah permukaan dan proses ini dapat menyebabkan magma yang tadinya bersifat basa berubah menjadi asam karena komposisi batuan sampingnya lebih bersifat asam. Apabila magma asalnya bersifat asam sedangkan batuan sampingnya bersifat basa, maka batuan yang terbentuk umumnya dicirikan oleh adanya Xenolite (Xenolite adalah fragment batuan yang bersifat basa yang terdapat dalam batuan asam). Pembentukan batuan yang berkomposisi ultrabasa, basa, intermediate, dan asam dapat juga terjadi apabila magma asal (magma basa) mengalami asimilasi dengan batuan sampingnya.
Sebagai contoh suatu magma basa yang menerobos batuan samping yang berkomposisi asam maka akan terjadi asimilasi magma, dimana batuan samping akan melebur dengan larutan magma dan hal ini akan membuat konsentrasi magma menjadi bersifat intermediate hingga asam. Dengan demikian maka batuan-batuan yang berkomposisi mineral intermediate maupun asam dapat terbentuk dari magma basa yang mengalami asimilasi dengan batuan sampingnya. Klasifikasi batuan beku dapat dilakukan berdasarkan kandungan mineralnya, kejadian / genesanya (plutonik, hypabisal, dan volkanik), komposisi kimia batuannya, dan indek warna batuannya. Untuk berbagai keperluan klasifikasi, biasanya kandungan mineral dipakai untuk mengklasifikasi batuan dan merupakan cara yang paling mudah dalam menjelaskan batuan beku. Berdasarkan kejadiannya (genesanya), batuan beku dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Batuan Volcanic adalah batuan beku yang terbentuk dipermukaan atau sangat dekat permukaan bumi dan umumnya berbutir sangat halus hingga gelas.
2) Batuan Hypabysal adalah batuan beku intrusive yang terbentuk dekat permukaan bumi dengan ciri umum bertekstur porphyritic.
3) Batuan Plutonic adalah batuan beku intrusive yang terbentuk jauh dibawah permukaan bumi dan umumnya bertekstur sedang hingga kasar.
4) Batuan Extrusive adalah batuan beku, bersifat fragmental atau sebaliknya dan terbentuk sebagai hasil erupsi ke permukaan bumi.
5) Batuan Intrusive adalah batuan beku yang terbentuk dibawah permukaan bumi.

Proses Kristalisasi Magma
Karena magma merupakan cairan yang panas, maka ion-ion yang menyusun magma akan bergerak bebas tak beraturan. Sebaliknya pada saat magma mengalami pendinginan, pergerakan ion-ion yang tidak beraturan ini akan menurun, dan ion-ion akan mulai mengatur dirinya menyusun bentuk yang teratur. Proses inilah yang disebut kristalisasi. Pada proses ini yang merupakan kebalikan dari proses pencairan, ion-ion akan saling mengikat satu dengan yang lainnya dan melepaskan kebebasan untuk bergerak. Ion-ion tersebut akan membentuk ikatan kimia dan membentuk kristal yang teratur. Pada umumnya material yang menyusun magma tidak membeku pada waktu yang bersamaan.
Kecepatan pendinginan magma akan sangat berpengaruh terhadap proses kristalisasi, terutama pada ukuran kristal. Apabila pendinginan magma berlangsung dengan lambat, ion-ion mempunyai kesempatan untuk mengembangkan dirinya, sehingga akan menghasilkan bentuk kristal yang besar. Sebaliknya pada pendinginan yang cepat, ion-ion tersebut tidak mempunyai kesempatan bagi ion untuk membentuk kristal, sehingga hasil pembekuannya akan menghasilkan atom yang tidak beraturan (hablur), yang dinamakan dengan mineral gelas (glass).
Pada saat magma mengalami pendinginan, atom-atom oksigen dan silikon akan saling mengikat pertama kali untuk membentuk tetrahedra oksigen-silikon. Kemudian tetahedra-tetahedra oksigen-silikon tersebut akan saling bergabung dan dengan ion-ion lainnya akan membentuk inti kristal dan bermacam mineral silikat. Tiap inti kristal akan tumbuh dan membentuk jaringan kristalin yang tidak berubah. Mineral yang menyusun magma tidak terbentuk pada waktu yang bersamaan atau pada kondisi yang sama. Mineral tertentu akan mengkristal pada temperatur yang lebih tinggi dari mineral lainnya, sehingga kadang-kadang magma mengandung kristal-kristal padat yang dikelilingi oleh material yang masih cair.
Komposisi dari magma dan jumlah kandungan bahan volatil juga mempengaruhi proses kristalisasi. Karena magma dibedakan dari faktor-faktor tersebut, maka penampakan fisik dan komposisi mineral batuan beku sangat bervariasi. Dari hal tersebut, maka penggolongan (klasifikasi) batuan beku dapat didasarkan pada faktor-faktor tersebut di atas. Kondisi lingkungan pada saat kristalisasi dapat diperkirakan dari sifat dan susunan dari butiran mineral yang biasa disebut sebagai tekstur. Jadi klasifikasi batuan beku sering didasarkan pada tekstur dan komposisi mineralnya.



PENAMAAN BATUAN BEKU
Penamaan batuan beku ditentukan berdasarkan dari komposisi mineral-mineral utama (ditentukan berdasarkan persentase volumenya) dan apabila dalam penentuan komposisi mineralnya sulit ditentukan secara pasti, maka analisis kimia dapat dilakukan untuk memastikan komposisinya. Yang dimaksud dengan klasifikasi batuan beku disini adalah semua batuan beku yang terbentuk seperti yang diuraikan diatas (volkanik, plutonik, extrusive, dan intrusive). Dan batuan beku ini mungkin terbentuk oleh proses magmatik, metamorfosa, atau kristalisasi metasomatism.
Penamaan batuan beku didasarkan atas Tekstur Batuan dan Komposisi Mineral. Tekstur batuan beku adalah hubungan antar mineral dan derajat kristalisasinya. Tekstur batuan beku terdiri dari 3 jenis (gambar bsamping), yaitu Aphanitics (bertekstur halus), Porphyritics (bertekstur halus dan kasar), dan Phanerics (bertekstur kasar). Pada batuan beku kita mengenal derajat kristalisasi batuan: Holohyaline (seluruhnya terdiri dari mineral amorf/gelas)), holocrystalline (seluruhnya terdiri dari kristal), dan hypocrystalline (sebagian teridiri dari amorf dan sebagian kristal). Sedangkan bentuk mineral/butir dalam batuan beku dikenal dengan bentuk mineral: Anhedral, Euhedral, dan Glass/amorf.
Komposisi mineral utama batuan adalah mineral penyusun batuan (Rock forming Mineral) dari Bowen series, dapat terdiri dari satu atau lebih mineral. Komposisi mineral dalam batuan beku dapat terdiri dari mineral primer (mineral yang terbentuk pada saat pembentukan batuan / bersamaan pembekuan magma) dan mineral sekunder (mineral yang terbentuk setelah pembentukan batuan).

Selasa, 20 Oktober 2009

PUISI KU II (LAWAN SAJA)

hormat kami kepada para iblis ifrit penguasa hitam semesta
dari bom waktu digenggaman kafingah suci serupa imam samudra
walakan sampit sekonyol brimop yang takut dengan senjata
atau kumpulan bromop di alexsapatis mendapatkan kontol dan ribuan kepala
mencupuk saingi kamboja pahlawan reformasi pahlawan reformasi ala semanggi
memperkosa sekawanan bos oleh kekuasaan cendana merajai
menghitam mahasiswa yang serempak di jalan ala polisi dan abri
sampai busana pos terakhir marsina mulai ditutupi
berkedok kenyamanan stabilitas nasional ritual jalur bus way
dalam ingatan kita akan penjahat kelamin, tansil, bob hasan, dan tommy
memaksa ribuan kumpulan kawan di perempatan jalan setiap demo aksi
datang tak pernah perang melebihi abu bakar ba'asir di televisi
beropini sela tidak beragumentasi semaco ahmad dani
membuat sony memperbudak musisi dalam lama dan kualisi
soeharto yang telah mati di tangisi sekawanan tajir seamis taik
mencukur donasi renaisi saat orde baru pangkat timor dan solusi
teropsesi kembali militasi tiap jengkal pasukan enspansi
tak berani berdiri dan duduk pun sambil masturbasi sembah disesali
batalion partir setara kopasus baret merah paska baret merah paska tragedi bom bali
enam juta kepala yahudi mencari obsesi mereka menyaingi pembantaian ala nazi
lubang silif FPI yang berkoar saat melukai diwarung nasi
membawa nama kesucian rencana pahit setelah kematian doktor azhari
terlihat tolol ujung kontol sebuah pistol di kepala para pembenci
takuti melawak para tentara seperti eko, patrio, dan akri
terlalu banyak yang berbicara kebenaran di podium
mempromosikan mengagenda janji seniman zat opium
hari - hari yang indah buat maria efa dan yayazaen berbuat mesum
air mata buaya sebagai bukti penyesalan di depan umum
seberapa banyak calon mentri yang bertebaran lainnya yang bercampur masum
mengimi - imingi ala surga ucapan manis asalamualaikum
membantai dan merakit molotof kotor di kampus umum
tertawa dan didakwa dengan alasan bahwa mereka bukan oknum
jangan berhenti bertanya tentang pencari awal tahun 80an
pabrik mendominasi tantangan atas kedok kesehatan
mentolelir jangan mereka menegak bulu kuduk geriliawan
sebentar lagi apa yang diebut bangsa berubah menjadi selokan
berangakai undang - undang perbaikan sejelas tafsir
mempersulit dakwaan siapa pembunuh munir
atau ada kospirasi multi nasional yang semakin mahir
mengeksploitasi bulu jumbut tahta sampai hitungan terakhir

by : edwin hartadi lubis
fB: bartimeuz@yahoo.com

Senin, 19 Oktober 2009

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

KONTRKASI OTOT DAN RELAKSASI OTOT
Mekanisme kerja otot ketika hendak berkontraksi:
1.Muscular junction melepas asetilkolin ke motorik dan plate sehingga membangkitkan potensial aksi pada membrane plasma sel otot . Asetilkolin membuat ion Na dapat masuk ke membrane plasma sel otot sehingga terjadi perubahan muatan (depolarisasi).
2.Impuls elektrik disebarkan pada membrane plasma sel otot dan pada serabbut sel otot melalui tubulus transverses.ion Na bersifat impermeable terhadap membrane plasma sel otot sedangkan ion K bersifat permeable terhadap membrane plasma sel otot. Sehingga dalam hal ini asetilkolin sangat diperlukan.
3.ion Ca++ dilepaskan oleh reticulum sarkoplasma melalui terminal sisterna.
4.ion Ca++ berikatan dengan troponnin (tnc). Tropomiosin bergeser binding site bergeser membuka kepala myosin dan aktin
5.cross bridge terjadi
6.energi yang digunakan dari hidrolisis ATP – ADP .digunakan untuk menggerakkan aktin ke pusat sarkomer.
7.kontraksi terjadi
MEKANISME OTOT KETIKA BERELAKSASI
Relaksasi terjadi jika ion-ion Ca++ dipompa lagi masuk kedalam reticulum sarkoplasma secara transport aktif dengan bantuan ATP , sehingga binding site aktin kembali tertutupi oleh tropomiosin , cross bridge tidak dapat terjadi.relaksasi terjadi.